Project LED Arduino UNO

16.27 Posted by Ali Mahfud , No comments
Praktikum Arduino UNO dengan LED

1. Blink
/*
  Blink
  Turns on an LED on for one second, then off for one second, repeatedly.
 
  This example code is in the public domain.
 */
 
// Pin 13 has an LED connected on most Arduino boards.
// give it a name:
int led = 13;

// the setup routine runs once when you press reset:
void setup() {                
  // initialize the digital pin as an output.
  pinMode(led, OUTPUT);     
}

// the loop routine runs over and over again forever:
void loop() {
  digitalWrite(led, HIGH);   // turn the LED on (HIGH is the voltage level)
  delay(1000);               // wait for a second
  digitalWrite(led, LOW);    // turn the LED off by making the voltage LOW
  delay(1000);               // wait for a second
}

2. Fade


// Fading LED
int value = 0; // variable to keep the actual value
int ledpin = 9; // light connected to digital pin 9
void setup()
{
// nothing for setup
}
void loop()
{
  for(value = 0 ; value <= 255; value+=5) // fade in (from min to max)
  {
  analogWrite(ledpin, value); // sets the value (range from 0 to 255)
  delay(30); // waits for 30 milli seconds to see the dimming effect
}
for(value = 255; value >=0; value-=5) // fade out (from max to min)
{
  analogWrite(ledpin, value);
  delay(30);
  }
}

3. Candle Light

/*
* CandleLight
*
* Use random numbers to emulate a flickering candle with a
* PWM'd LED
*
*/
int ledPin = 6; // select the pin for the LED
int val = 0; // variable that holds the current LED brightness
int delayval = 0; // variable that holds the current delay time
void setup() 
{
  randomSeed(0); // initialize the random number generator
  pinMode(ledPin, OUTPUT); // declare the ledPin as an OUTPUT
}

void loop() 
{
  val = random(100,255); // pick a random number between 100 - 255
  analogWrite(ledPin, val); // set the LED brightness
  delayval = random(50,150); // pick a random num between 50, 150
  delay(delayval); // delay that many milliseconds
}

4. Moodlight

/*
* RGB_LEDs sketch
* RGB LEDs driven from analog output ports
*/
const int redPin = 6; // choose the pin for each of the LEDs
const int greenPin = 5;
const int bluePin = 3;
const boolean invert = false; // set true if common anode, false if
// common cathode
int color = 0; // a value from 0 to 255 representing the hue
int R, G, B; // the Red Green and Blue color components

void setup()
{
// pins driven by analogWrite do not need to be declared as outputs
}

void loop()
{
  int brightness = 255; // 255 is maximum brightness
  hueToRGB( color, brightness); // function to convert hue to RGB
  // write the RGB values to the pins
  analogWrite(redPin, R);
  analogWrite(greenPin, G);
  analogWrite(bluePin, B );
  color++; // increment the color
  if(color > 255)
  color = 0;
  delay(10);
}

// function to convert a color to its Red, Green, and Blue components.
void hueToRGB( int hue, int brightness)
{
  unsigned int scaledHue = (hue * 6);
  unsigned int segment = scaledHue / 256; // segment 0 to 5 around
  // the color wheel
  unsigned int segmentOffset = scaledHue - (segment * 256); // position
  // within the seg
  unsigned int complement = 0;
  unsigned int prev = (brightness * ( 255 - segmentOffset)) / 256;
  unsigned int next = (brightness * segmentOffset) / 256;
  if(invert)
  {
    brightness = 255-brightness;
    complement = 255;
    prev = 255-prev;
    next = 255-next;
  }
  
  switch(segment ) {
        case 0: // red
    R = brightness;
    G = next;
    B = complement;
    break;
    
    case 1: // yellow
    R = prev;
    G = brightness;
    B = complement;
    break;
    
    case 2: // green
    R = complement;
    G = brightness;
    B = next;
    break;
    
    case 3: // cyan
    R = complement;
    G = prev;
    B = brightness;
    break;
    
    case 4: // blue
    R = next;
    G = complement;
    B = brightness;
    break;
    
    case 5: // magenta
    default:
    R = brightness;
    G = complement;
    B = prev;
    break;
  }
}


Sumber : Catatan Praktikum

Memulai Arduino UNO

14.06 Posted by Ali Mahfud , No comments


Getting Started dengan Arduino UNO pada Windows

Kali ini saya ingin share cara menggunakan Arduino Uno, bagi yang ingin berkecimpung di dunia Mikrokontroler dapat membaca tutorial dibawah..

1.      Menggunakan Arduino dan USB cable
Pada tutorial ini, kami mengasumsikan anda menggunakan Arduino Uno.

Anda juga membutuhkan USB kabel (A to B): atau dengan kata lain kabel USB printer. Kalau sudah dicolok dengan kabel USB printer ke PC/Laptop, tidak usah lagi menggunakan adapter power.

2.      Download Arduino IDE
Arduino IDE merupakan software dimana untuk mengupload sketch (istilah coding pada Arduino) ke Arduino UNO.

Arduino IDE 1.0.5 dapat di download disini
Kemudian install Arduino IDE tersebut.

3.      Install Driver pada PC/Laptop supaya Arduino Uno terbaca.
·        Colok Arduino Uno dengan USB kabel dan hubungkan ke PC, tunggu hingga Windows memulai proses installasi driver. Setelah beberapa saat akat tampil pesan gagal.
·        Masuk ke Control Panel > Cari Device Manager.
·        Lihat port (COM&LPT) yang ada pada device manager. Cari yang namanya “Arduino UNO (COMxx)”
·        Klik kanan pada port tersebut pilih “Update Driver Software”.
·        Selanjutnya, pilih “Browse my computer for Driver software”.
·        Cari Folder Arduino IDE 1.0.5 tadi yang sudah terinstall biasanya ada di C:/Program Files/Arduino. Pilih yang folder driver. Telihat seperti Gambar dibawah.

4.      Menjalankan Arduino IDE 1.0.5
Dengan cara mendouble click Arduino IDE yang sudah terinstall.

5.      Buka file example Blink
Open contoh LED blink dengan cara File > Examples > 1.Basics > Blink


6.   Memilih Board Arduino yang dipakai dengan cara Tools > Board pilih tipe Arduino yang dipakai.
7.   Memilih serial port dari Tools > Serial Port menu, pastikan port serial Arduino terdeteksi dan tercentang.
8.   Compile sketch sebelum di upload ke Arduino. Apabila sudah “Done” maka lakukan Upload sketch dengan menekan tombol anak panah ke kanan.

Jika sketch sudah terupload, maka led yang ada di dekat pin 13 akan berkedip.

Selamat Mencoba….
Sumber : arduino reference from Arduino IDE 1.0.5



Radio Base Station (RBS)

21.52 Posted by Ali Mahfud No comments

RBS (Radio Base Station)
Sebuah RBS mencakup semua radio dan interface peralatan transmisi yang dibutuhkan pada site untuk menyediakan transmisi radio untuk satu atau beberapa sel. Keluarga RBS 2000 generasi kedua Ericsson RBS menawarkan produk dengan biaya keseluruhan yang rendah. Hal ini dicapai dengan fungsi performa Mean Time Between Failure (MTBF) yang panjang dan Mean Time To Repair (MTTR) yang pendek. Selain itu, produk ini cepat dan mudah untuk menginstal sehingga memberikan kemungkinan untuk mencapai jaringan roll out yang cepat. RBS 2000 menyediakan produk untuk instalasi indoor dan outdoor dan tersedia untuk GSM 900, GSM 1800 dan GSM 1900.

Contoh seri RBS 2000

FUNGSI RBS
Fungsi RBS dapat dibagi menjadi bidang-bidang berikut:
1.      Radio Resource
2.      Signal Processing
3.      Signal Link Management
4.      Synchronization
5.      Local Maintenance Handling
6.      Functional Supervision and testing

1.      Radio Resources
Fungsi utama sebuah RBS adalah untuk menyediakan koneksi dengan MS melalui antarmuka udara.(air interface). Yang termasuk tugas-tugas berikut:
·         Konfigurasi dan sistem start:
Konfigurasi site melibatkan pemuatan perangkat lunak dari BSC dan pengaturan parameter sebelum sistem startup, termasuk:
-          Frekuensi transmitter dan receiver
-          Output daya maksimum
-          Base Station Identity Code (BSIC)
·         Transmission Radio:
Untuk mengirimkan beberapa frekuensi menggunakan antena yang sama, combiner atau satu set combiners diperlukan. Daya transmisi dikendalikan dari BSC.
·         Radio Reception:
Selain penerimaan dari lalu lintas di saluran fisik, RBS utama berfungsi mendeteksi permintaan saluran dari MS (misalnya ketika panggilan sedang dibuat).



RBS listening permintaan saluran dan
mengukur uplink dan membangun koneksi

2.      Signal Processing
Sebuah RBS bertanggung jawab untuk pengolahan sinyal sebelum transmisi dan setelah penerimaan. Ini termasuk:
·         Ciphering menggunakan ciphering key
·         Coding Channel dan interleaving
·         Adaptive Equalization
·         Realization of diversity
·         Demodulation

3.      Signal Link Manajemen
Sebuah RBS mengelola link pensinyalan antara BSC dan MS, menerapkan protokol sesuai dengan informasi yang dikirim.

4.      Synchronization
Informasi waktu diekstrak PCM-link dari BSC dan dikirim ke modul waktu dalam RBS. Yang memungkinkan RBS untuk menyinkronkan dengan referensi frekuensi dan nomor frame TDMA yang benar.

5.      Local Maintenance Handling
Sebuah RBS memungkinkan operasi dan pemeliharaan fungsi yang harus dilakukan secara lokal di lokasi RBS, tanpa koneksi BSC. Dengan cara ini, teknisi lapangan dapat memelihara peralatan RBS dan software di site.

6.      Functional Supervision and testing
Mendukung Functional Supervision and testing RBS, baik menggunakan built-in tes selama operasi normal atau tes dijalankan oleh perintah.

IMPLEMENTASI RBS 2000
Semua jenis RBS dalam seri RBS 2000 memiliki karakteristik sebagai berikut:
·        Dukungan untuk fleksibilitas pengguna dengan menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak modular desain.
·      Berorientasi Transceiver desain, yang menekankan menggunakan peralatan umum sesedikit mungkin memastikan kinerja yang dapat diandalkan.
·         Desain dan penggunaan ditujukan untuk menjaga siklus hidup sistem biaya rendah.
RBS 2000 series didasarkan pada standar unit perangkat keras yang disebut Unit diganti (RU). RU utama adalah:
·         Distribution Switch Unit (DXU)
·         Transceiver Unit (TRU)
·         Combining and Distribution Unit (CDU)
·         Power Supply Unit (PSU)
·         Energy Control Unit (ECU)



Unit RBS 2000 yang dapat diganti

Distribution Switch Unit (DXU)
DXU melakukan fungsi sebagai berikut:
·         Menyediakan antarmuka ke BSC
·         Mengelola sumber daya hubungan dan menghubungkan slot waktu lalu lintas dari link BSC ke TRU.
·         Kontrol sinyal untuk BSC dan melakukan konsentrasi
·       Ekstrak sinkronisasi informasi dari link dan menghasilkan referensi waktu untuk RBS Selain itu, DXU memiliki database yang menyimpan informasi tentang perangkat keras yang terpasang.

Transceiver Unit (TRU)
Satu TRU mencakup semua fungsi yang diperlukan untuk menangani satu operator radio (yaitu 8 slot waktu dalam satu frame TDMA). Hal ini bertanggung jawab untuk transmisi radio, penerima radio, amplifikasi daya dan pemrosesan sinyal. TRU berisi radio frekuensi test loop antara pemancar dan penerima. Fasilitas TRU test dengan cara menghasilkan sinyal dan mengulang kembali. TRU yang terhubung dengan bus untuk mengaktifkan frekuensi hopping. Beberapa produk RBS dapat berisi hingga 6 TRU.

Combining and Distribution Unit (CDU)
CDU adalah antarmuka antara TRU dan sistem antena 2-way. Tugas CDU adalah untuk menggabungkan sinyal yang akan dikirim dari berbagai transceiver dan untuk mendistribusikan sinyal yang diterima ke penerima. Semua sinyal difilter sebelum transmisi dan setelah penerimaan menggunakan filter bandpass. Berbagai jenis CDU telah dikembangkan untuk mendukung konfigurasi yang berbeda dalam RBS 2000. Mereka terdiri dari berbagai jenis CDUs, termasuk:
·         Tanpa combiners
·         Dengan combiners hybrid
·         Dengan combiners penyaring untuk mendukung konfigurasi besar
CDU dengan filter duplex memungkinkan untuk mengirim dan menerima menggunakan antena yang sama.



Contoh CDU tipe C

Power Supply Unit (PSU)
PSU menyearahkan tegangan listrik ke +24 VDC diperlukan untuk operasi RBS.

Control Unit Energi (ECU)
ECU mengontrol dan mengawasi peralatan listrik dan mengatur kondisi lingkungan di dalam kabinet. Perangkat lunak RBS di download dari BSC dan disimpan dalam non-volatile (flash memory) Program. Jika RBS bekerja, memori flash ini terus cell down time low karena lalu lintas tidak terganggu. Pemulihan kegagalan listrik juga dapat dilakukan dengan cepat.

RBS 2000 Family


RBS 2101

RBS 2102

RBS 2103
RBS 2301 and 2302


Sumber : terjemahan dari ( http://tel3pedia.blogspot.com )



Komunikasi Broadband

00.17 Posted by Ali Mahfud No comments

Komunikasi Broadband

Komunikasi broadband merupakan sebuah layanan telekomunikasi dimana memiliki kemampuan kapasitas diatas kecepatan primer "2 Mbps" sesuai ITU-R. Secara umum Broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggin menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT, dsb.
Dalam komunikasi broadband terdapat beberapa infrastruktur diantaranya :
  1. Infrastruktur Exsiting (yaitu merupakan infrastruktur yang sudah ada) mengapa menggunakan infrastruktur yang sudah ada?. Karena exsiting infrastruktur kabel tembaga yang sudah ada belum maksimal digunakan,masih banyak kanal yang tersedia sehingga untuk mendapatkan "cost effective" digunakanlah exsiting infrastructure.
  2. Infrastruktur Baru (merupakan suatu infrastruktur yang dibentuk untuk membangun suatu sistem komunikasi yang baru)
  3. Infrastruktur Nirkabel (merupakan infrastruktur wireless radio).
Contoh dari Infrasturktur Exsiting:
  • DSL melalui jaringan akses tembaga (DSL over Copper loop)
  • Modem kabel melalui jaringan TV Kabel (Cable Modem over Cable TV network)
  • Akses Broadband Jalur Listrik (Power Line Broadband Access)

Contoh dari Infrasturktur Baru:
  • Fiber To The Home (FTTH)
  • Hybrid Fiber Coaxial (HFC)
Contoh dari Infrasturktur Nirkabel:
  • Wireless Access (FWA) / High speed WLL
  • Wireless LAN (Wi-Fi) (802.11), WiMax (802.16), I-Burst (802.20), dsb
  • V-SAT
  • IMT-2000 (3G Mobile): HSDPA/ CDMA-EVDO ; 4 G : LTE


Gambar 1 Infrastruktur Jaringan Komunikasi



Broadband (pita lebar) merupakan lawan dari Narrowband(pita sempit). 
Dimana karakteristik broadband:
a. Bandwidth, Kapasitas, dan Kecepatan tinggi
b. Informasi dalam bentuk Multimedia
c. Bersifat Jaringan telekomunikasi digital
d. Standarisasi layanan QoS (Quality of Service)
    - Determinatic Guarantee (memberi kepuasan penuh pada pelanggan)
    - Statistical Guarantee
    - Best Effort Policy (menjamin,namun tidak ada kepastian)

Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam layanan broadband:
  • Avaiability --> ketersediaan jaringan maupun bandwidth
  • Throughput --> keberhasilan transfer data besar sampai ke tujuan
  • Packet Loss --> sudah menggunakan "Packet Switch"
  • Delay Time --> waktu untuk melakukan pentrasmisian

Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 kbps s/d 100Mbps dan juga tidak memiliki definisi internasional spesifik untuk Broadband.

Media dan Teknologi Komunikasi Broadband:
a. Media
- Fiber Optik
- Coaxial Cable
- Microwave
- Satelit

b. Teknologi
- CDDI     => media Coaxial / Kabel Tembaga
- ADSL     => media Coaxial / Kabel Tembaga
- FDDI     => media Fiber Optik
- ISDN/B-ISDN/ATM     => media Fiber Optik

Faktor pendorong broadband:
  Untuk Pemerintah
  • Broadband dilihat sebagai infrastruktur penting untuk mencapai tujuan-tujuan pemerintah di bidang sosio-ekonomi.
  • Untuk mendorong penyediaaan layanan publik seperti E-governance, E-learning, Tele-medicine.
  Untuk Penyelenggara Jaringan/Jasa Telekomunikasi
  • Suatu pilihan untuk mengurangi penurunan pendapatan dari teknologi lama (POTS/PSTN).
  • Potensi tambahan pendapatan dari Layanan Nilai Tambah.
  • Potensi penambahan secara eksponensial dalam ARPU (Average Revenue per User).
  Untuk Konsumen
  • Tersedianya rentang aplikasi yang lebih banyak dan lebih kaya.
  • Akses yang lebih cepat terhadap informasi.
  • Layanan yang semakin mengarah konvergensi (VOIP, Video on Demand).